Tugas kelompok dari guru biologi awal Mei ini,
mungkin adalah awal aku mengenal seperti apa gaya bercanda mu. Dan menjadi
waktu kesekian kalinya aku melihat senyum dengan gigi rapih putih mu. Pesan
singkat untuk janjian membahas tugas cukup membuat ku senyum-senyum geli,
walaupun sepertinya kamu juga mengirimkan pesan semacam itu ke yang lainnya.
Tapi, kamu berbeda.
Ini hanya semacam perasaan suka, tidak lebih. Tidak, aku
memang tidak mengharap lebih. Karen aku tahu, sikap lebih yang kamu tunjukan
tidak untuk aku. Perempuan berambut sebahu yang duduk di depan mu di sudut café
dekat sekolah hari Minggu kemarin, dia yang mungkin cukup puas melihat senyum
mu. Yang dibuat tertawa oleh mu, disela-sela seruputan es Cappuccino kesukaan
mu. Entah perempuan itu memang menyukai es Cappuccino atau hanya menyamai
kesukaan mu.
“Ada rasa sakit
ketika melihat mu bahagia, itu karena bukan aku yang membahagiakan mu”- Zarry
Hendrik
Kata-kata Zarry Hendrik itu awalnya aku pikir cocok untuk ku
yang terlalu sering meliht mu tertawa dengan perempuan berambut sebahu itu.
Namun, saat ini aku tahu. Justru dengan melihat mu dengannya, paling tidak aku
bisa menikmati senyum mu dan mendengar suara tawa mu. Begitulah..
Kamu tahu ? Saat aku menulis ini, aku mendengarkan lagu
Adera-Lebih Indah, yang ku putar entah untuk kesekian kalinya. Liriknya yang
memang untuk mu dan musiknya yang tidak terlalu dibuat galau. Setidaknya, itu
tidak membuat ku terkesan seperti
meratapi nasib, bahwa aku hanya diam-diam memperhatikan mu.
twitter : @putriyudhia
Komentar
Posting Komentar