Seperti dikasih suplemen pembangkit semangat setiap pagi, aku akan berikan senyum sapaan pagi bersaing dengan mereka yang melirik mu, berbisik dan senyumnya mengikuti langkah mu berbelok ke pintu kelas. Aku cukup tersenyum, tidak lebih dari itu. Ah lega rasanya jika sudah seperti itu, entah apa alasannya semua hari-hari disekolah terkesan membalas senyum ku ini. Untuk kamu tidak perlu membalas ku, menoleh sekali saja sudah bersyukur. Ini aku, yang sering kamu sms kemudian tanya tugas, yang setiap rabu jumat kamu tanyai rumus dan cara, yang setiap akhir pelajaran kamu mintai buku catatan. Hai, penting kan peran ku ? Tapi ya sepertinya tidak begitu peduli juga kamu. Hanya teman sekelas saja yang bisa kamu ajak tertawa dan yang bisa kamu mintai bantuan tentunya. Seperti ini lebih baik, paling tidak aku punya alasan untuk didekat mu, komunikasi setiap malam, iya kan ? Ini jauh lebih menyenangkan, dibanding aku harus seperti awal lagi melirik mu ke belakang selalu memperhatikan mu d...