Langsung ke konten utama

Tahu Diri

Aku tahu, nama ku kini telah digantikan oleh kata yang lain. Meskipun hanya dengan sebuah tulisan, tetapi aku mengerti. Hal yang sampai saat ini masih sulit aku mengerti adalah apa yang mampu membuat mu menyebutnya dengan cinta. Kali ini aku berupaya untuk tahu diri, meredam nasib ku yang tak berubah. Rasa ini adalah wujud dari semua kesabaran ku. Sayang ini adalah wujud dari segala keteguhan ku.

Aku masih belum bisa menerima sifat mu yang tidak bertanggung jawab ini. Bagaimana bisa kamu membuat ku senyaman ini kemudian ditinggalkan ? Aku disini dengan seribu tanya dan kamu disana tentang sebuah rahasia. Namun ketahuilah, suatu saat nanti jangan kamu tanyakan tentang hati ini lagi. Karena sedikit pun kamu tidak akan sanggup untuk mengerti.

Sekali lagi, aku masih mempunyai rasa tahu diri bukan membenci, meskipun kamu yang ada tetapi tak berhak lagi untuk aku akui.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja tahu caranya pamit

Lalu apa yang bisa dinikmati dari senja ? Disana hanya ada seseorang yang giat menunggu dan sibuk mengubur rindu. Mungkin melihat senja baginya menyenangkan dan tertawa di dalam ingatan. Miris sekali bukan ? Baginya senja lebih baik, tahu caranya berpamitan. Tidak lenyap hilang setelah pertemuan.

Surat Cinta Pertama

“Disini saya sebagai perwakilan murid baru mengucapkan terimakasih kepada kakak kelas dan bapak ibu guru yang telah membimbing kami selama masa orientasi dan juga kami berharap bapak ibu guru masih mau membimbing kami selama kami sekolah disini…..” Badannya yang tegap dan ucapannya yang mantap membuat semua orang dalam aula terkesima dengan pidatonya. Adalah Rama, siswa dengan nilai tertinggi saat pendaftaran di sekolah ini. Pantaslah dia dipilih menjadi perwakilan siswa baru. Dia mampu menyampaikan pidato rumitnya dengan lancar.  Dan sejak itulah aku mulai mengaguminya, sejak dia mengucapkan salam dan mengedarkan senyum ke seluruh penjuru aula.Tanpa alasan apapun, rasa ku dia tersenyum hanya untuk ku. Terhitung sudah hampir 3 tahun aku mengaguminya dengan segala daya tarik yang dia miliki. Aku belajar menyukai apa yang menjadi kecintaannya, mencari jarak sedekat mungkin hanya untuk melihatnya, menghabiskan waktu istirahat untuk memperhatikannya berkutat dengan buku...

Awal Mei

Tugas kelompok dari guru biologi awal Mei ini, mungkin adalah awal aku mengenal seperti apa gaya bercanda mu. Dan menjadi waktu kesekian kalinya aku melihat senyum dengan gigi rapih putih mu. Pesan singkat untuk janjian membahas tugas cukup membuat ku senyum-senyum geli, walaupun sepertinya kamu juga mengirimkan pesan semacam itu ke yang lainnya. Tapi, kamu berbeda. Ini hanya semacam perasaan suka, tidak lebih. Tidak, aku memang tidak mengharap lebih. Karen aku tahu, sikap lebih yang kamu tunjukan tidak untuk aku. Perempuan berambut sebahu yang duduk di depan mu di sudut cafĂ© dekat sekolah hari Minggu kemarin, dia yang mungkin cukup puas melihat senyum mu. Yang dibuat tertawa oleh mu, disela-sela seruputan es Cappuccino kesukaan mu. Entah perempuan itu memang menyukai es Cappuccino atau hanya menyamai kesukaan mu. “Ada rasa sakit ketika melihat mu bahagia, itu karena bukan aku yang membahagiakan mu”- Zarry Hendrik Kata-kata Zarry Hendrik itu awalnya aku pikir cocok untuk ku ya...